Mengapa September Jadi Bulan Rawan Bagi Bitcoin ?

UpsidebitNews — Bitcoin menunjukkan performa positif di awal tahun 2023 setelah melewati berbagai tantangan pada musim dingin sepanjang tahun 2022.

Pada market spot Binance pair BTC/USDT, harga Bitcoin berhasil menciptakan harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di level $69.000 pada bulan November 2021. Namun, hal tersebut menjadi pemicu dimulainya musim dingin pada tahun 2022.

Harga Bitcoin anjlok signifikan sebesar 77,57% pada periode November 2021 hingga menemukan lantai dari laju bearish-nya pada 1 November di level $15.476.

Awal tahun 2023 menjadi kejutan tersendiri bagi para pelaku pasar kripto karena harga Bitcoin berhasil di tutup hijau dengan kenaikkan yang signfikan sebesar 38,79%.

Selain pelaku pasar, penutupan kandil bulan Januari 2023 tersebut menjadi menuai sentimen positif dari para pelaku industri kripto di seluruh dunia. Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin membentuk morning star candlestick yang merupakan sinyal bullish.

Harga Bitcoin kembali menguat hingga beberapa bulan kedepan dan mencapai titik tertinggi sementara tahun 2023 di level $31.804 yang tercipta pada bulan Juli. Sayangnya, penutupan kandil bulan Juli harus di tutup merah dengan penurunan sebesar 4,07%.

Penurunan harga tersebut menjadi pemicu terhadap penurunan harga pada bulan Agustus. Penutupan kandil bulan Agustus di tutup merah dengan penurunan sebesar yang cukup signifikan sebesar 11,26%.

Pelaku pasar kripto masih di hantui penurunan harga lebih lanjut memasuki bulan September ini. Hal tersebut terlihat dari data pada monthly return yang di suguhkan oleh Coinglass.

Bitcoin Monthly Return by: Coinglass.

Berdasarkan data tersebut, performa Bitcoin pada bulan Oktober tidak begitu baik. Dalam enam tahun terakhir, tepatnya pada periode 2017-2022, harga Bitcoin selalu di tutup merah.

Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin saat ini masih memungkinkan untuk mengalami penurunan harga lebih lanjut apabila penurunan harga berhasil breakdown area support penting pada level $24.647-$25.220.

Jika hal itu terjadi, maka harga Bitcoin berpotensi mengalami penurunan harga lebih dalam dengan target berada pada level $22.929 sebagai titik support selanjutnya.

Namun, harga Bitcoin masih bisa untuk kembali bergerak naik, mengingat saat ini pergerakan harga sedang berada pada area support. Jadi, reaksi terhadap area support ini akan menjadi penentu arah selanjutnya, apakah Bitcoin mampu rebound atau malah breakdown area support-nya.

Delay Putusan ETF Bitcoin Spot

Harga Bitcoin anjlok imbas dari penundaan putusan untuk pengajuan ETF Bitcoin spot pada 31 Agustus dari enam perusahaan seperti WisdomTree, Invesco Galaxy, Valkyrie, Bitwise, VanEck, dan Fidelity.

Sebelumnya, pengajuan banding dari Grayscale di terima oleh Pengadilan Banding Distrik Columbia di Washington. Hakim menganggap bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah gagal menjelaskan sepenuhnya atas alasan penolakan pengajuan Grayscale.

Namun, keputusan putusan tersebut bukan berarti SEC akan mencapai kesimpulan yang berbeda dan memberikan lampu hijau pada pengajuan tersebut.

Visited 7 times, 1 visit(s) today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *